Palembang, 11 Mei 2025 — Suasana penuh semangat dan keceriaan terpancar dari wajah 30 anak-anak hebat Sekolah Pinggiran Sriwijaya ketika mengikuti kegiatan literasi bertajuk “Jelita Sriwijaya: Satu Buku, Berjuta Mimpi!”. Acara ini bukan sekadar kunjungan, melainkan sebuah perjalanan inspiratif yang membuka cakrawala baru lewat kekuatan sebuah buku.
Bagi anak-anak dari sekolah pinggiran, kesempatan menelusuri buku demi buku adalah pengalaman berharga. Setiap halaman yang dibuka seolah menghadirkan dunia baru yang sebelumnya hanya mereka bayangkan. Buku bukan hanya sarana belajar, tetapi juga jendela untuk bermimpi lebih besar dan berani melangkah ke masa depan.
“Kami ingin anak-anak tahu bahwa mereka berhak bermimpi setinggi langit. Buku bisa menjadi teman setia mereka untuk mewujudkan mimpi itu,” ungkap salah satu relawan pendamping.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Sobat Kebaikan, yang selama ini konsisten mengulurkan tangan dalam program-program sosial dan pendidikan. Dukungan tersebut menjadi bahan bakar semangat anak-anak untuk terus membaca, belajar, dan percaya bahwa mimpi mereka bisa diraih.
Tidak kalah penting, apresiasi yang tulus diberikan kepada Gramedia yang telah menerima rombongan dengan penuh kehangatan. Gramedia tidak hanya menyediakan ruang untuk anak-anak menikmati buku, tetapi juga menjadi bagian dari cerita inspiratif dalam perjalanan literasi ini. Kehadiran mereka memberi pesan bahwa dunia pendidikan dan literasi adalah tanggung jawab bersama.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 11 Mei ini menjadi momentum awal bahwa satu langkah kecil bisa berdampak besar. Dengan membaca, anak-anak mulai menanam benih mimpi. Dengan dukungan nyata dari berbagai pihak, benih itu bisa tumbuh menjadi harapan yang lebih luas.
“Karena satu buku bisa melahirkan berjuta mimpi—dan pada tanggal 11 Mei, kita sudah memulainya bersama,” demikian semangat yang terus digaungkan dalam program ini.
Melalui Jelita Sriwijaya, harapannya semakin banyak pihak yang tergerak untuk bersama-sama membangun budaya membaca, terutama di kalangan anak-anak yang aksesnya masih terbatas. Sebab di balik setiap anak, tersimpan potensi besar yang hanya menunggu kesempatan untuk tumbuh dan bersinar

